LANGSA — Sebuah komentar singkat Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, SE, pada media sosial kembali menjadi sorotan publik.
Saat video yang memperlihatkan dugaan persoalan pelayanan oleh oknum petugas Puskesmas dan kemudian viral di media sosial, akun yang dikaitkan dengan Wali Kota Langsa menuliskan:
“Puskesmas Mana Tuh? Spill Dunk 🧐”
Komentar tersebut mendapat perhatian dan menjadi bagian dari jejak digital atas respons pimpinan daerah terhadap polemik pelayanan kesehatan yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat.
Namun, persoalan yang kemudian muncul adalah: apa tindak lanjut setelah perhatian tersebut diberikan?
DARI KOMENTAR DI MEDIA SOSIAL, KE MANA UJUNG PENYELESAIANNYA ?
Pertanyaan tersebut kini kembali mengemuka karena hingga penelusuran pemberitaan yang dilakukan redaksi, belum ditemukan keterangan resmi yang secara terbuka menjelaskan hasil evaluasi khusus terhadap video viral tersebut, termasuk apakah telah dilakukan pemeriksaan internal, klarifikasi terhadap petugas yang bersangkutan, atau tindakan administratif.
Redaksi tidak menyimpulkan bahwa tidak pernah ada proses internal sama sekali. Namun, jika memang telah dilakukan evaluasi atau pemeriksaan, publik berhak mengetahui setidaknya hasil dan tindak lanjutnya melalui keterangan resmi pemerintah.
Sebab, ketika persoalan pelayanan kesehatan telah menjadi perhatian masyarakat luas, penyelesaian tidak cukup berhenti pada respons di kolom komentar media sosial.
Publik membutuhkan kejelasan, bukan sekadar reaksi.
YANG KEMUDIAN MUNCUL JUSTRU JABATAN BARU
Sorotan semakin menguat ketika nama Erizal, SKM., M.Kes kemudian muncul dalam pemberitaan terkait jabatan di RSUD Langsa.
Berdasarkan pemberitaan Januari 2026, Wali Kota Langsa menerbitkan Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor 800.1.11.1/014/2026, yang menetapkan Erizal sebagai Plt Direktur RSUD Langsa sejak 2 Januari 2026, menggantikan dr. Donny Mulizar.
Situs resmi RSUD Langsa saat ini juga mencantumkan Erizal, SKM., M.Kes sebagai Direktur.
RSUD Langsakota
Bahkan pada Agustus 2026, Wali Kota Jeffry Sentana memberikan penjelasan mengenai alasan menempatkan pejabat non-dokter sebagai pimpinan RSUD. Dalam pemberitaan tersebut, Erizal disebut masih menjabat sebagai Plt Direktur RSUD Langsa.
Di sinilah pertanyaan publik menjadi semakin penting.
• Apakah persoalan pelayanan Puskesmas yang sebelumnya viral telah selesai melalui mekanisme evaluasi internal?
• Apakah ada pemeriksaan terhadap petugas yang videonya menjadi sorotan?
• Apakah ada teguran atau sanksi administratif?
• Ataukah memang pemerintah memiliki hasil evaluasi yang belum disampaikan kepada publik?
Semua pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban resmi, bukan asumsi.
JANGAN SAMPAI PUBLIK MENILAI SENDIRI
Redaksi tidak mengatakan bahwa penunjukan Erizal sebagai Plt Direktur RSUD merupakan akibat atau “hadiah” dari polemik Puskesmas tersebut.
Tidak ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat tersebut.
Namun, secara jurnalistik, terdapat sebuah rangkaian peristiwa yang layak dijelaskan kepada masyarakat:
Video pelayanan Puskesmas viral → Wali Kota memberikan respons di media sosial → publik menunggu tindak lanjut → kemudian muncul penunjukan Erizal pada jabatan strategis di RSUD.
Rangkaian waktu tersebut secara otomatis melahirkan pertanyaan publik mengenai evaluasi, akuntabilitas dan transparansi pemerintahan dalam menangani persoalan pelayanan kesehatan.
Apalagi Erizal sebelumnya diketahui pernah menjabat sebagai Kepala UPTD Puskesmas Langsa Lama sebelum menduduki sejumlah posisi di RSUD. Pemberitaan sebelumnya menyebut pada Juni 2025 ia ditetapkan sebagai Plt Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSUD Langsa.
PELAYANAN KESEHATAN BUKAN SEKADAR SOAL JABATAN
Persoalan ini pada akhirnya bukan semata-mata tentang siapa yang menduduki jabatan.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pemerintah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang manusiawi, profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
Puskesmas Langsa Lama sendiri merupakan UPTD pelayanan kesehatan masyarakat di Kecamatan Langsa Lama dan berstatus BLUD sejak 2021 berdasarkan data Pemerintah Kota Langsa.
Karena itu, ketika muncul video yang memicu perhatian publik, pemerintah memiliki ruang untuk menjelaskan:
• Apakah video tersebut telah diperiksa?
• Siapa yang melakukan pemeriksaan?
• Apakah petugas yang bersangkutan telah dimintai klarifikasi?
• Apakah terdapat pelanggaran SOP pelayanan?
• Apakah ada evaluasi terhadap manajemen Puskesmas?
• Apakah ada teguran atau tindakan administratif?
• Dan apa langkah pemerintah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi?
Publik tidak meminta pemerintah menghukum seseorang tanpa pemeriksaan. Publik meminta pemerintah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
WALI KOTA SUDAH BERTANYA: “PUSKESMAS MANA TUH?”
Ironisnya, pertanyaan tersebut justru pernah muncul dari akun Instagram Wali Kota sendiri berkomentar pada postingan petugas puskesmas yang sempat viral pada akun Instagram @tanyoelangsa.
“Puskesmas Mana Tuh? Spill Dunk 🧐”
Kini pertanyaan itu dapat dikembalikan kepada pemerintah daerah dalam konteks yang lebih luas:
Setelah diketahui puskesmas mana dan persoalannya apa, lalu apa hasil akhirnya?
• Apakah sudah selesai?
• Apakah sudah dievaluasi?
• Apakah ada pembinaan?
• Atau masyarakat memang belum pernah memperoleh penjelasan resmi?
Inilah yang perlu dijawab.
REDAKSI BUKA RUANG KLARIFIKASI
Redaksi memberikan ruang kepada Wali Kota Langsa, Dinas Kesehatan Kota Langsa, manajemen Puskesmas Langsa Lama, maupun Erizal, SKM., M.Kes untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.
Jika ternyata telah dilakukan pemeriksaan dan terdapat hasil evaluasi redaksi siap memuat informasi tersebut secara proporsional.
Sebab, kritik terhadap pemerintah bukan berarti menuduh seseorang bersalah.
Justru dengan keterbukaan, pemerintah dapat menjelaskan fakta dan publik tidak dipaksa membangun kesimpulan sendiri.
Komentar di media sosial bisa menjadi awal perhatian. Tetapi masyarakat membutuhkan kepastian bahwa perhatian tersebut benar-benar berujung pada evaluasi dan perbaikan pelayanan.
Kini publik menunggu jawabannya.
SOROTAN REDAKSI | “PUSKESMAS MANA TUH? SPILL DUNK 🧐”
Tangkapan layar komentar akun @jeffrysentana pada unggahan media sosial @tanyolangsa yang membahas video viral terkait pelayanan Puskesmas.
Komentar tersebut menjadi bagian dari jejak digital respons Wali Kota Langsa terhadap persoalan yang saat itu mendapat perhatian publik.
Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar “puskesmas mana”, tetapi: setelah persoalan tersebut diketahui, apa tindak lanjut resminya?
Red - Tim Khusus