Gazaseanews.com-Kota langsa
Setelah sempat terbengkalai beberapa saat ahirnya lubang di ujung jembatan sungailung kota langsa hari ini tanggal 16 februari 2026 kembali di kerjakan dengan menurunkan alat berat escavator dan tim ahli yang profesional,seperti tampak pada poto satu unit escavator lagi beraksi menimbun lobang yang berdia meter sekitar 3 meter dengan kedalaman 4 meter dengan di awasi oleh tim ahli karna ini penimbunan yang ke dua kali setelah beberapa saat yang lalu telah di lakukan penimbunan dan hanya bertahan kurang lebih 3 minggu kembali muncul lubang di tempat yang sama.
Dalam wawancara singkat awak media dengan sala satu penanggung jawab pekerjaan ini yaitu bapak ,sebut saja Aa belio menjelaskan mengapa terjadinya longsor yang menyebabkan lobang kembali muncul ,dalam hal ini penyebabnya adalah akibat di ujung bawah jembatan tidak adanya penahan timbunan yang dalam istilah mereka ,Bokong semar,seharusnya pada awal pembangunan jembatan ini wajib di buat yang namanya bokong semar,jadi ini kesalahan teknis kontraktor yang membangun jembatan ini sehingga berimbas pada longsor yang berkelanjutan dari awal di bangunnya jembatan ini,dari sini kita bisa menilai betapa lemahnya pengawasan dalam proyek pembangunan jembatan sungailung ini yang menelan biaya miliaran rupiah.
Dalam kesempatan yang sama awak media juga menanyakan solusi dari persoalan ini kembali bapak Aa menjelaskan solusi sementara mereka membuat cerocok(pagar bambu) di bagian bawah sebagai pengganti bokong semar dan karung berisi pasir dan sebagai bahan timbunan mereka mengunakan tiga bahan yang di campur yaitu batu, pasir dan semen yang pungsinya apa bila ketika campuran bahan ini terkena air maka akan mengeras dengan sendirinya dan di harapkan bisa bertahan untuk sementara waktu sebelum parbaikan selanjutnya yaitu pembuatan bokong semar.
Dari peristiwa ini kita sebagai masyarakat awam sudah bisa menilai kinerja siapa yang yang tidak peofesional dan tidak bertanggaung jawab yang ujung ujungnya merugikan masya rakat,hanya karna hal kecil yang namanya "Bokong Semar"efeknya bisa puluhan tahun dan menelan biaya yang besar,dan sangat merugikan masyarakat,dan ini menjadi pr besar bagi dinas terkait untuk mempelajari apakah jembatan yang di bangun 16 tahun yang silam sudah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku dan tidak ada pelanggaran dari pihak kontraktor kita sebagai masyarakat hanya bisa berharap apa bila ada kesalahan dalam proses pembangunan jembatan segera usut tuntas.
demikian laporan dari kami dari jembatan sungailung kota langsa.
red(Surya korlap langsa timur) .