Gazaseanews.com-Kota Langsa.
Ahir ahir ini penipuan yang berkedok kirim uang melalui quiris marak di kota Langsa kali ini menimpa sala satu konter HP di kota langsa,tepatnya di jalan Ahmat Yani Gampong Baru kota langsa,pada tanggal 15 april 2026 sekitar pukul 4 sore,
Adapun kronologis kejadian nya pada pukul 4 sore( rs) warga kampung baru yang hendak melakukan jual beli on line di market plese berencana ingin manarik uang sejumlah RP 125000, yang akan di kirim kecalon pembeli ,karena (rs ) masi pelajar di minta mengirimkan no rek bang ,berhubung ia nya tidak mempunyai rekening ,calon pembeli memintanya untuk ke konter guna melakukan trangsaksi pengiriman uang ,kemudia (rs) mendatanfi kontwr hp yg ada di ujung gang seni ,setelah ia pelaku yang ingin bertransaksi meminta penjaga kontwr untuk menggunakan quieis langsung di tolak dengan alasan tidak ada uang kes,kemudian (rs) pergi ke konter di ujung gak bakti yg tak jauh dari konter pertama ,sesampainya di konter ,rs betanya ke pada penjaga konter ,bang bisa tarik uang 125000? penjaga konter langsung menjawab bisa ,kemudian rs menelpon kembali calon pembeli tadi dan memberikan hp nya kepada orang conter ,kemudian tejadilah pembicaraan antara penjaga conter dan calon pembeli tadi,di sini lan awal terjadi penipuan ,awak media sempat bertanya kepada penjaga conter kronologis terjadinya penipuan ,belio menceritakan saat berbicara dengan calon bembeli tadi ia mau mengirim uang sejumlah 125000 untuk pembayaran sebuah stang motor milik saudara rs,tanpa berpikir panjang penjaga konter menscan quiris yang ada di hp nya,setelah di scan dana yang ada di hp nya sejumlah 750000 hilang,ia pun terkejut dan tersadar kalo ia sudah tertipu dan menyalahkan rs dan mintak untuk mengganti rugi atas hilangnya uangnya karna transaksi tersebut,setelah awak media bertanya mengapa kok bisa seperti itu kejadiannya ,penjaga conter mengaku dianya "tak paham bahwasannya yang ia scan tadi bukan quiris pembayaran tapi quiris pengiriman karna bentuknya sama ucapnya"
Yang menjadi persoalan di sini penjaga conter meminta nasabah yang ingin menarik uang tadi untuk mengganti rugi uang yang hilang karena kecerobohan dan kebodohannya yang tak memahami tentang transaksi melalui quiris ,dan ianya memaksa harus menggantinya ,persoalan ini pun berlanjut ke tuha 4 desa Gampung baru , dengan di mediasi oleh tuha 4 dan babinkantipmas desa Gampong baru .
Sempat terjadi perdebatan yang cukup panjang dalam kasus ini pemilik conter menuntut ganti rugi 750000 kepada orang tua rs,dan orang tua rs tidak mau mengganti rugi karena di anggap itu bukan kesalahan rs melainkan kesalahan penjaga conter yang tidak memahami bisnis yang ia jalankan dan di anggap itu resiko bisnis ,mengapa harus pelanggan yang menanggungnya?kan ini tidak etis ucap orang tua rs kepada awak media Gazaseanews.
Setelah mendapatkan jalan buntu ahirnya mediasi yang di ada kan tuha 4 selama kurang lebih 2 jam yang di mulai dari pukul 3 hingga pukul 5 sore di ruang tuha 4 Gampong baru di tunda dan akan di buat mediasi ke dua .
Dari kisah ini bisa kitak petik hikmahnya ,di mana di era digital ini kita harus sangat berhati hati dan waspada terhadap penipuan yang bebasis online satu klic aja kita sala tekan uang di rekening bisa ludes atau data pribadi kita bisa berpindah tangan ,pelajarilah betul betul sebelum kita melakukan transaksi online terutama buat para masyarakat yang menjalankan bisnis online .
red(Surya-korlap langsa timur).