SEMARANG — Ketua Umum O.A. / Organisasi Advokat FERADI WPI, Bapak Advokat Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., menghadiri perayaan Cap Go Meh 2577 yang digelar oleh Gema Sadhana di Kelenteng Low Lie Bio, Semarang, pada Minggu (15/3/2026). Kehadiran pimpinan organisasi advokat tersebut disebut sebagai bentuk dukungan terhadap keberagaman, toleransi, dan penguatan persatuan bangsa di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu, Donny Andretti hadir didampingi sejumlah pengurus dan anggota FERADI WPI, di antaranya David Agus Winoto, C.PFW., C.MDF., C.JKJ. Kehadiran rombongan juga sekaligus menjadi momentum silaturahmi internal, mengingat Ketua Pelaksana acara, Adrian Hartanto Sugiri, C.PFW., C.MDF., C.JKJ. serta Ketua Panitia, Hocking Susanto, C.PFW., C.MDF., C.JKJ. ( Ketua DPD JATENG GEMA SADHANA ), merupakan bagian dari keluarga besar FERADI WPI.
Suasana acara berlangsung khidmat, tertib, dan penuh keakraban. Perayaan Cap Go Meh 2577 tersebut dihadiri berbagai tokoh lintas agama, pejabat publik, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam rangkaian kegiatan, Donny Andretti juga terlihat berdialog dengan sejumlah tokoh nasional yang hadir. Salah satu momen yang menjadi perhatian adalah pertemuan antara Ketua Umum FERADI WPI dengan Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Bapak Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA., yang berlangsung dalam suasana hangat sebelum keduanya melakukan sesi foto bersama.
Di sela kegiatan, Donny Andretti menegaskan bahwa kehadiran FERADI WPI dalam perayaan budaya dan keagamaan seperti Cap Go Meh bukan semata memenuhi undangan seremonial, melainkan wujud komitmen organisasi dalam menjaga semangat kebangsaan dan merawat ruang toleransi di Indonesia.
“Kehadiran kami di sini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bentuk komitmen FERADI WPI dalam menjaga tenun kebangsaan. Perbedaan keyakinan dan budaya adalah kekayaan yang harus kita syukuri, bukan pemisah. Toleransi adalah kunci utama agar kita tetap berdiri kokoh sebagai satu bangsa yang berdaulat,” ujar Donny Andretti.
Ia juga menekankan bahwa kalangan praktisi hukum memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk ikut menjaga kerukunan antarumat beragama, sekaligus memastikan perlindungan hak-hak warga negara dalam menjalankan keyakinan dan tradisi budayanya.
“Hukum harus hadir untuk melindungi hak setiap warga negara dalam menjalankan ibadah dan merayakan budayanya. Mari kita jadikan semangat Cap Go Meh ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan demi kemajuan Indonesia ke depan,” lanjutnya.
Kehadiran Ketua Umum FERADI WPI dalam perayaan Cap Go Meh 2577 dinilai memiliki makna simbolik dan substantif. Secara simbolik, partisipasi organisasi advokat dalam perayaan budaya lintas komunitas menunjukkan dukungan terhadap harmoni sosial dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Secara substantif, kehadiran tersebut juga memperlihatkan bahwa profesi hukum tidak hanya berperan di ruang litigasi, tetapi juga dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan perlindungan hak-hak sipil masyarakat.
Perayaan Cap Go Meh sendiri merupakan bagian dari tradisi budaya yang memiliki nilai historis dan sosial bagi masyarakat Tionghoa, sekaligus menjadi ruang perjumpaan lintas elemen bangsa. Dalam konteks itu, keterlibatan berbagai tokoh dari lintas latar belakang dinilai memperkuat pesan bahwa keberagaman tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan nasional.
Acara ditutup dengan ramah tamah yang mempererat hubungan antar elemen masyarakat. Hingga kegiatan berakhir, seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, sejalan dengan pesan toleransi dan persatuan yang mengemuka sepanjang perayaan.