Semarang, 27 Februari 2026. Jumat sore. Ditemui awak media. Ketum FERADI WPI menyampaikan:
"Dinamika dalam berorganisasi, ada yang datang dan ada yang pergi. Adalah hal yang lumrah. Dan kita tidak boleh mudah baper. Semua demi kepentingan lebih besar yaitu kemajuan Perkumpulan atau Organisasi yang kita cintai. Saya rasa telah terjadi kesalahpahaman antara saya dengan Dr. Appe Hutauruk, S.H., M.H. dimana pada tanggal 17 Februari 2026 saya melakukan chat wa pribadi kepada ybs untuk menyampaikan kesediaan ybs menduduki jabatan sebagai Ketua Dewan Penasehat DPP FERADI WPI. Dan dalam chat wa tersebut ybs membalas "Baik Pak KETUM Saudaraku
Amin"
Demikian balas dia. Dan DPP FERADI WPI pun lalu menerbitkan SK pengangkatan ybs untuk menduduki jabatan tersebut. Dan akan di rilis beritanya oleh rekan2 media.
Dan ternyata tanggal 27 Februari 2026 pk 00.40 ybs wa di grup WA DEWAN PENASEHAT FERADI WPI.
'Tolong berita - berita media online tentang saya bergabung di FERADI WPI di - take down semua ya. Sebab terlalu prematur untuk memposting berita yang demikian. Karena saya juga masih menjadi Pengurus dan Anggota di OA PERADI. Agar tidak ada masalah dikemukakan hari yang menimbulkan persepsi negatif tentang saya. Terimakasih.' Demikian chat wa ybs. Dan setelah itu DPP mengambil sikap agar tidak menjadi blunder. DPP memutuskan untuk mencopot ybs dari Ketua Dewan Penasehat DPP FERADI WPI. Dan mengangkat Bapak Suryana menduduki jabatan sebagai Ketua Dewan Penasehat DPP FERADI WPI mulai 27 Februari 2026 hingga selesai masa bakti kepengurusan ini. Jadi dengan press rilis ini saya rasa clear ya rekan rekan bahwa Ketua Dewan Penasehat DPP FERADI WPI mulai sekarang adalah Bapak Suryana. Terimakasih. Ujar Ketum FERADI WPI Donny Andretti kepada awak media.
Catatan Redaksi: Sebagai media yang netral kami membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.